Pages

Labels

About Me

Foto Saya
Official website LPM FatsOeN IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Labels

Flag Counter

Sabtu, 02 Februari 2013

Proses Kerja Jurnalistik


LPM FatsOeN IAIN Syekh Nurjati Cirebon, 30 Januari 2013
Pembicara:
Nurul Fajri

Nurul Fajri:
Assalamualaikum wr.wb, sebelumnya saya minta maaf telat, di luar hujan. Baiklah teman-teman dalam kajian ini kita santai saja, jangan menganggap saya seperti guru atau ada istilah senior-junior, kita di sini sama-sama belajar.
Sekarang saya ingin berbagi dengan teman-teman mengenai proses kerja jurnalistik, khususnya dalam LPM FatsOeN. Di dalam proses jurnalistik ada beberapa proses yang harus dilalui, saya akan jelaskan proses kerja di LPM FatsOeN dalam menerbitkan buletin Methoda, yaitu:
1. Proyeksi
Dalam proyeksi kita mengumpulkan isu-isu, menentukan tema, kemudian menentukan berita apa yang akan diliput.
2. Reportase
Pengumpulan data, fakta, mencari narasumber. Pada intinya reportase adalah mencari bahan berita.
3. Listing/Budgeting
Sebagai bahan evaluasi reportase, mengumpulkan hasil reportase. Usahakan untuk bagian redaksi untuk selalu follow up reporter, tanyakan sudah sejauh mana bahan berita yang dihasilkan, untuk mengantisipasi tidak adanya berita ketika akan terbit.
4. Pengetikan
Bahan berita yang sudah didapatkan lalu diketik.
5. Editing 
Dikerjakan oleh redaktur
6. Layout dan Pra Cetak
Yang menjadi kelemahan kita adalah pada proses pra cetak, seharusnya sebelum Methoda di cetak di print terlebih dahulu kemudian dibaca untuk mengantisipasi ada kesalahan baik dari segi layout maupun bahasa.
7. Cetak
8. Sirkulasi
Teman-teman harus hafal proses kerja di atas, karena point-point di atas menjadi standar kerja LPM FatsOeN dalam membuat buletin Methoda. Cukup kiranya pembahasan di atas sebagai pengantar, selanjutnya silahkan kepada teman-teman barangkali ada yang perlu ditanyakan.
Penanya 1:
Bagaimana cara membuat judul?
Nurul Fajri:
Haram hukumnya membuat judul terlebih dahulu dalam menulis berita, tulis saja isi berita setelah selesai buat judulnya yang menarik.
Penanya 2:
Bagaimana membuat angle berita?
Nurul Fajri:
Dalam membuat angle insting wartawan harus peka terhadap data dilapangan, jangan membuat berita yang biasa saja, buatlah berita yang woow. Kemudian jangan kaget angle yang telah dibentuk dalam berita, bisa dirubah oleh redaktur.
Penanya 3:
Bagaimana cara menentukan tema?
Nurul Fajri:
Dalam menentukan tema harus mengedepankan segi aktualitas (terupdate), kita harus peka terhadap isu-isu yang sedang hangat di lapangan. Satu hal yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman, tema itu tidak harus untuk menentukan berita. Jadi beritanya tidak harus sesuai dengan tema, cukup dua berita yang berhubungan dengan tema.
Penanya 4:
Bagaimana mengatasi narasumber yang susah ditemui?
Nurul Fajri:
Usahakan setiap wawancara minta no HP narasumber, kemudian teman-teman bilang ke narasumber, “Pak saya miscall ya, itu no saya, tolong di save ya”. Ketika waktu deadline narasumber susah untuk dihubungi, coba di telp kalau tidak diangkat, langkah terakhir sms. Kalau ternyata di sms pun tidak di balas, teman-teman bisa tulis apa adanya bahwa narasumber susah untuk dihubungi dan jangan lupa bukti telp dan sms teman-teman di save, untuk mengantisipasi gugatan dari narasumber.
Teman-teman, sepertinya cukup ya kajian hari ini, jangan terlalu banyak yang penting teman-teman memahaminya. Kurang dan lebihnya saya minta maaf.
Wassalamualaikum wr.wb

0 komentar:

Posting Komentar